Bahasa Indonesia sedang disiapkan untuk rilis Dim berikutnya. Gambar berasal dari versi uji; jurnal web sudah bisa digunakan gratis sekarang.

Cara membuat jurnal migrain: apa yang perlu dicatat?

Mulai dengan waktu, durasi, intensitas, dan dampak serangan; tambahkan gejala dan obat saat mampu. Anda tidak perlu mengingat semuanya sekaligus. Catatan singkat yang jujur lebih berguna daripada detail yang ditebak.

Saat nyeri: catat yang utama dulu

Catat tanggal, waktu mulai, lokasi, dan tingkat nyeri dengan skala yang konsisten. Jika waktunya tidak pasti, tulis “sekitar”. Tambahkan waktu selesai nanti. Jangan menganggap setiap sakit kepala sebagai migrain; catat yang dirasakan dan serahkan penilaian diagnosis kepada dokter.

Saat membaik: lengkapi detail

Tambahkan sensitivitas cahaya atau suara, mual, gejala lain, serta apakah Anda berhenti bekerja atau mengurangi aktivitas. Tulis nama obat, dosis, waktu penggunaan, dan perubahan sesudahnya. Ini catatan tindakan Anda, bukan anjuran memakai obat atau mengubah dosis.

Catat juga hari tanpa sakit kepala

Kolom kosong bisa berarti lupa mencatat. Tulis “tidak sakit kepala” pada hari yang sesuai. Tidur, cuaca, atau makanan dapat ditambahkan sebagai konteks, tetapi kejadian bersamaan tidak membuktikan penyebab. Periksa catatan pribadi dan hapus yang tidak ingin dibagikan sebelum mengirim file.

Mulai dengan satu lembar

Template gratis di bawah tidak memerlukan akun. Isi di browser atau cetak salinan kosong. Isian web tidak tersimpan otomatis: unduh CSV atau simpan PDF sebelum meninggalkan halaman. Di Dim, Anda bisa memulai serangan dan melengkapi detailnya nanti.

Sumber dan cakupan

Sumber ini mendukung pencatatan riwayat gejala. Tata letak dan contoh dibuat oleh kami, bukan kuesioner klinis tervalidasi.

NICE — CG150

Dim adalah alat pencatatan dan pengorganisasian, bukan untuk diagnosis atau pengobatan. Bahas gejala baru, berubah, atau mengkhawatirkan dengan tenaga medis; jangan menunggu jurnal lengkap untuk mencari pertolongan.

Disusun oleh Arve Tech, pengembang Dim. Belum ditinjau secara klinis.